Senin, 11 Maret 2013

Cerpen Remaja: Harapan



Dulu, pernah ada seseorang yang datang padaku. Aku ingat betul, waktu itu, aku sedang berada di dalam ruang kesenian sekolah. Katanya, alasannya menemuiku adalah hanya ingin membantuku untuk bangkit dari keterpurukan. Dia juga pernah bilang, "Lagu yang cocok untukmu adalah drama..."

Aku tertegun sejenak. Yang benar? Cuma sebenarnya, aku nggak begitu tahu tentang lagu itu. Tetapi jangan salah, aku tentu hafal lirik pada bagian reff-nya.

Cerpen Remaja: He Is . . . RIZOKU




Sebelumnya, aku nggak pernah merasakan sesuatu yang efeknya berbahaya. Yaitu, nggak bisa ngomong apa-apa kala aku sedang berada di dekatnya. Selain nggak mampu mengeluarkan beberapa patah kata, tubuhku juga langsung bergetar diiringi debar jantung yang nggak menentu. Pipiku seketika bersemu, merasakan sebuah sensasi yang berbeda untuk kali ini dan aku nggak kuasa untuk menahan sebuah lengkungan kecil yang akhirnya terukir juga di bibirku. Sesekali, aku menghembuskan nafas sambil berfikir dalam keheningan lisan hanya untuk sekedar menetralisir perasaanku yang tiba-tiba jadi aneh. Aku salah tingkah. Dan sepertinya, aku naksir dia!

Cerpen Remaja: Dimana?



***

Aku mendesah. Merasa risau tatkala dari beberapa menit sebelumnya tetap gagal untuk tidur. Mata yang tadi terpejam kembali terbuka. Aku menggeleng kecil. Ada perasaan jengah yang hadir membalut hatiku. Ada pula keraguan yang mengelilingi pikiranku. Aku lagi-lagi mendesah.

Cerpen Remaja: Apalah Arti Menunggu




Telah lama aku bertahan 
Demi cinta wujudkan sebuah harapan 

12 Desember 2012 
Tepat satu bulan setelah perpisahan antara aku dan Cakka terjadi. Kehadiran pihak ketiga membuat perasaanku jadi hambar untuknya. Meski aku paham bahwa perihal yang menjadi masalah kami adalah teman dekatnya sendiri. Tapi aku terlanjur kecewa. Seluruh hatiku sontak menyebar mencari kepingannya yang berhambur. Satu rasa yang mutlak tercipta. Pedih. 
Dan, bagiku Cakka memang sudah keterlaluan. 


Jumat, 15 Februari 2013

cerita cinta remaja : akhir rasa ini



Akhir Rasa Ini

JJJ

Shilla bersenandung kecil mengiringi lagu yang terputar dari laptopnya. Suaranya lirih, lambat laun terdengar lebih miris. Detik selanjutnya, setitik air menetes dari sudut matanya, merayapi pipinya dengan lancar, meluncur deras dalam sekejap. Rekaman memori pahit masa lampau yang kembali mengoyak batinnya, membuat gadis itu merintih. Ia…merasa dirinya begitu rapuh…